Kamis, 02 Mei 2013

"PEMERKOSAAN MASSAL PEREMPUAN JERMAN DI AKHIR PERANG DUNIA KEDUA

Selamat datang,

        Sebagai postingan pertama, saya akan mempostingkan artikel sejarah dengan judul "PEMERKOSAAN MASSAL PEREMPUAN JERMAN DI AKHIR PERANG DUNIA KEDUA" sebuah kisah pada akhir perang dunia ke-2 yang memilukan. bercerita tentang pendudukan kota Berlin setelah jerman berhasil dikalahkan, berikut ulasannya :


Foto tentara russia mengibarkan Bendera merah darah soviet di atas reichstag ( parlemen Jerman ) di Berlin pd april 1945 menandakan diawalinya pendudukan russia di kota tsb.

Satu hal yang kita sering lupakan atau kita abaikan dalam sebuah film peperangan ataupun sejarah adalah apa yang terjadi setelah perang berakhir dan keadaan pihak yang mengalami kekalahan, dalam postingan kali ini saya akan membeberkan fakta yang terjadi di Berlin (Jerman) setelah negaranya kalah perang dan Hitler bunuh diri pada Mei 1945, gerombolan tentara maka gelombang pasukan sekutu mulai masuk ke kota -kota Jerman secara besar-besaran termasuk ribuan tentara merah soviet dari arah front timur (russia).Dari keterangan beberapa sejarawan dan kesaksian korban, pasukan pedudukan sovyet melakukan kejahatan perang selama menduduki kota-kota di jerman .

Foto diatas menunjukan wajah gembira para pasukan merah (Russia) yang mulai memasuki kota-kota Jerman dari arah front timur.

Foto seorang prajurit Soviet yang berpose di sebelah tentara Nazi yang telah meninggal

Berawal dari sinilah sebuah tragedi yang sangat kelam bagi sejarah dunia di mulai, para tentara merah (Russia) yang memasuki Berlin bertindak sesuka mereka mulai dari penjarahan harta benda bahkan memperkosa wanita Berlin yang mereka temui, 

sebuah ilustrasi yang menggambarkan seorang gadis cilik Berlin diperkosa oleh 4 orang sekaligus dan menjadi gambaran keadaan Berlin pada masa itu

Foto ibu dan anaknya yang dibunuh setelah di lecehkan tergeletak begitu saja didepan tokonya

Seorang perempuan Jerman yang pasrah ketika akan dilecehkan

seorang prajurit soviet memperhatikan mayat seorang wanita tanpa busana

Gadis cilik yang meratapi ibunya yang sedang sekarat akibat ditembak tentara merah

Perempuan-perempuan jerman yang berubah jadi mayat setelah diperkosa

Mayat wanita jerman sehabis diperkosa, dapat terlihat celana dalamnya yang sudah melorot

      Para tentara merah ini berlaku semaunya tanpa ada halangan dari siapapun termasuk dari pasukan sekutu yg lain seperti pihak Amerika , Perancis dan Inggris. Bahkan di masa itu kelakuan barbar tentara soviet ini bertentangan dgn moral prajurit yg berlaku namun karena alasan berada dalam satu pihak dan tidak ingin menimbulkan konflik maka sesama pihak sekutu berdiam diri saja melihat kelakuan barbar tentara soviet. Akibatnya rakyat Jerman terutama kaum perempuannya yg menerima kebiadaban tentara merah.

Perwira tinggi soviet menginspeksi mayat para wanita simpatisan Nazi setelah dieksekusi di tempat

seorang anggota prajurit merah yang mencoba merampas sepeda, terlihat para kaum pria dibelakangnya membiarkan


Seorang sejarawan Anthony beever yg meneliti masalah ini , menulis dalam bukunya kemungkinan sebanyak 2.000.000 perempuan Jerman diperkosa oleh tentara selama masa pendudukan soviet
dari jumlah tersebut sebanyak setengahnya diperkosa scr beramai -ramai

Akibat langsung dari kebiadaban tsb para korban mengalami pendarahan yg berujung kematian, trauma psikologis yg berat , merebaknya penyakit seksual menular seperti gonorhea dan sipilis, tingkat aborsi yg meningkat dan juga bunuh diri karena depresi

Para perempuan Jerman korban pendudukan soviet tidak dapat berbuat banyak dalam menghadapi kebiadaban tsb.Dikarenakan jika mereka menolak melayani para tentara soviet maka nyawa mereka taruhannya.
Para tentara soviet ini tidak mempunyai belas kasihan thdp apapun dan siapapun di wilayah taklukan mereka

Ada banyak laporan di masa itu yg menyebutkan anak -anak Jerman yg dibunuh begitu saja karena terlalu berisik atau menghalangi prajurit soviet untuk memperkosa ibu mereka.

Pemerkosaan dan penjarahan thdp rakyat Jerman berlangsung dari tahun 1945 hingga 1948
namun yang paling brutal terjadi di thn 1945.
Para petinggi dan perwira soviet di masa itu juga menyadari kelakuan brutal anak buahnya
Namun mereka membiarkan saja dan menganggap para prajurit tsb berhak berbuat apa saja dikarenakan 
mereka telah berjuang untuk tanah air Russia dan para perempuan Jerman adalah hadiah perang.

kebanyakaan perwira russia bersikap apatis terhadap perempuan jerman

Penampilan dan seragam perwira tentara merah soviet pada tahun 40-an

Semua kengerian ini akhirnya berakhir setelah prajurit soviet mulai ditarik ke barak militer 
dan sebagian dipulangkan ke Russia pd thn 1948
menyisakan penderitaan dan trauma psikologis mendalam bagi para korbannya.

Sebuah memoar yang ditulis perwira soviet kapten Aleksandr Solzhenitsyn sekiranya bisa menggambarkan kondisi pada masa itu

“ Aku dan pasukanku memasuki sebuah rumah no 22 di jalan hoeringstrasse
yg masih utuh dari luar
Di dalam rumah tsb kondisinya sudah hancur dan berantakan karena dijarah

di kamar tidur utama ku melihat
seorang Ibu muda dgn baju acak-acakan sedang duduk dgn tatapan kosong 
di sebelahnya terbaring gadis kecil diam tak bernyawa
celana dalam anak tsb berdarah melorot hingga ke kaki
Berapa banyak yg telah melakukannya ? satu kompi? satu peleton ?
seorang anak berubah menjadi gadis dalam sekejap
seorang gadis kemudian berubah menjadi mayat

Aku mendekati perempuan itu , dan dia berbisik pelan dalam bhs Jerman
" toten milch,soldat "
artinya " bunuhlah aku,prajurit "

Aku menyuruhnya merapikan bajunya , memberinya roti dan air
kemudian pergi meninggalkan rumah itu
sambil menangis di dalam hati”

kapten Alexandr solzhenitsyn (1918-2008)

Berikut ini adalah kesaksian Erich Hartmann  seorang pilot Jerman yg menjadi saksi mata masa gelap itu
seperti yg diceritakan dalam bukunya the blond knight of Germany

"..........Pada thn 1945, seluruh squadron Kami dan keluarganya ( wanita dan anak-anak ) meninggalkan pangkalan yg sudah hancur dan berbaris untuk menyerah kepada pihak sekutu.
Setelah berjalan bbrp jam pasukan kami menyerah kepada pasukan 90th Infantry Amerika di cekoslovakia.

Kami semua dikumpulkan ke dalam sebuah kamp tahanan berserta ribuan tawanan perang dari tempat lain termasuk keluarga mereka .Selama 8 hari , makanan sangat sulit didapat , kondisi di kamp tahanan sangat menyedihkan.

Pada suatu hari, seluruh tawanan disuruh berbaris, Perwira Amerika melalui pengeras suara memberi tahu bahwa kamp tahanan ini berserta seluruh tawanan akan diserahkan kpd pihak soviet ( tentara russia ).

Di lapangan yg sama kami melihat para tentara merah sudah bersiaga di atas truk -truk militer 
.....Kemudian tentara soviet mulai bergerak mendekati barisan para tawanan Jerman dan mulai memisahkan para pria dari wanita.
Kepanikan terjadi , anak -anak menjerit ketika para tentara mulai menarik paksa ibu mereka .Kakak dan adik diambil secara paksa , gadis muda diseret ke atas truk para tentara soviet.

Dan mereka mulai memperkosa para perempuan kami ( Jerman ) di depan semua orang ,satu perempuan bisa diperkosa 5 bahkan 10 orang prajurit. Pria Jerman yg mencoba menghalangi dipukuli atau ditembak langsung . Beberapa perempuan setelah diperkosa kemudian ditembak

Aku terguncang melihat pemandangan seperti itu...
Di sebelahku seorang perwira Jerman yg entah tadinya bertugas di mana, mulai menangis. Aku melihat lebih banyak lagi tentara Jerman yg menangis meratapi ketidakberdayaan mereka di tengah situasi seperti itu.
para tentara sovyet memaksa kami melihat semua kejadian itu.

Kemudian , di hari yg lain, 
seorang ibu muda Jerman berlutut di kaki para tentara soviet memohon agar mereka tidak mengambil anak gadisnya yg berusia 12 tahun
sang Ibu demi rasa sayangnya pd sang anak , menawarkan dirinya sbg pelampiasan nafsu para tentara.
Karena dianggap terlalu berisik , seorang tentara marah menendangnya dgn sepatu lars , kemudian menembak kepalanya , wanita malang tsb meninggal seketika.

Gadis kecil itu kemudian ditemukan sekarat oleh beberapa pengungsi Jerman
kemudian dia dibawa ke dokter terdekat untuk dirawat
sejam kemudian gadis cilik itu menyusul ibunya.. 


Mayor udara Erich Hartmann (1922 -1993 )










8 komentar:

  1. dimanapun, perang memang kejam....

    BalasHapus
  2. yang menang jadi arang, kalah jadi abu.... mengerikan...

    BalasHapus
  3. silakan berkunjung di blog saya ; blognya-tamrin.blogspot.com

    BalasHapus
  4. sayangnya tentara jerman tidak melindungi kota berlin saat jatuhnya jerman -_- kalau saya jadi tentara jerman yg berada di berlin , saya suruh para wanita tua maupun muda pergi ke tempat aman :)

    BalasHapus